Tensi Ferdy Sambo Tembus 180 mmHg di Lapas Cibinong, Diduga Dipicu Stres dan Kurang Istirahat

Bogor – Kondisi kesehatan terpidana kasus pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan tekanan darahnya mencapai angka yang mengkhawatirkan. Dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tekanan darah mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri tersebut tercatat mencapai 180 mmHg, yang tergolong dalam kategori hipertensi berat.

Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2026, sebagai bagian dari kegiatan pemantauan kondisi kesehatan warga binaan di lapas tersebut. Dari sejumlah parameter medis yang diperiksa, tekanan darah menjadi satu-satunya indikator yang menunjukkan kondisi tidak normal, sementara parameter lain masih berada dalam batas aman.

Tensi Ferdy Sambo Tembus 180 mmHg di Lapas Cibinong, Diduga Dipicu Stres dan Kurang Istirahat

Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Lapas

Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pihak lapas dalam memastikan kondisi fisik seluruh warga binaan tetap terpantau. Tidak hanya Ferdy Sambo, ratusan narapidana lainnya juga menjalani pemeriksaan serupa pada hari yang sama.

Petugas kesehatan Lapas Cibinong, dr. Yenny Chandrawaty, menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi sejumlah aspek penting, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan tujuan mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan pada warga binaan.

Dalam hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa kadar gula darah Ferdy Sambo berada di angka sekitar 154 mg/dL. Meski terlihat sedikit tinggi, kondisi tersebut dinilai masih wajar karena dipengaruhi konsumsi makanan sebelum pemeriksaan. Sementara itu, kadar kolesterol tercatat sebesar 177 mg/dL dan asam urat sebesar 5,4 mg/dL, yang keduanya masih berada dalam batas normal.

“Gula darah, asam urat, dan kolesterol masih bagus. Hanya tensinya yang tinggi,” ujar dr. Yenny saat menjelaskan hasil pemeriksaan tersebut.

Tekanan Darah Tinggi Jadi Sorotan

Meski sebagian besar indikator kesehatan Ferdy Sambo menunjukkan hasil yang baik, tekanan darah yang mencapai 180 mmHg menjadi perhatian utama. Dalam dunia medis, angka tersebut masuk dalam kategori hipertensi berat yang berisiko terhadap kesehatan jantung, otak, dan organ vital lainnya.

Para tenaga medis di lapas menduga bahwa lonjakan tekanan darah tersebut tidak lepas dari faktor fisik dan psikologis yang dialami oleh Ferdy Sambo selama menjalani masa hukuman. Beberapa faktor yang disebut berpotensi memengaruhi kondisi tersebut antara lain kelelahan, kurang tidur, kurang istirahat, serta tingkat stres yang tinggi.

Tekanan psikologis menjadi salah satu faktor yang paling disorot. Mengingat latar belakang kasus yang menjerat Ferdy Sambo serta perubahan drastis dalam kehidupannya, kondisi mental diduga turut memberikan dampak signifikan terhadap kesehatannya secara keseluruhan.

Respons Ferdy Sambo

Saat dimintai keterangan terkait kondisi kesehatannya usai menjalani pemeriksaan, Ferdy Sambo memberikan jawaban singkat. Ia menyatakan bahwa dirinya masih dalam kondisi sehat dan bugar, meski hasil medis menunjukkan adanya tekanan darah tinggi.

“Sehat, sehat. Masih bugar,” ujar Ferdy Sambo kepada petugas kesehatan.

Latar Belakang Kasus

Ferdy Sambo merupakan terpidana dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yang terjadi pada Juli 2022 di rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dalam proses hukum yang panjang, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat menjatuhkan hukuman mati terhadap Ferdy Sambo. Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung memutuskan untuk mengubah hukuman tersebut menjadi penjara seumur hidup.

Sejak saat itu, Ferdy Sambo menjalani masa hukumannya di Lapas Kelas IIA Cibinong bersama narapidana lainnya.

Aktivitas Selama di Lapas

Selama menjalani masa pidana, Ferdy Sambo diketahui mengikuti berbagai kegiatan yang tersedia di dalam lapas. Ia disebut aktif dalam kegiatan keagamaan serta menjalani aktivitas pembinaan sebagaimana warga binaan lainnya.

Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Ferdy Sambo. Ia tinggal di blok yang sama dengan narapidana lain dan tidak menempati fasilitas khusus.

Pentingnya Pengawasan Kesehatan di Lapas

Kasus tekanan darah tinggi yang dialami Ferdy Sambo menjadi pengingat pentingnya pengawasan kesehatan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Kondisi lingkungan, tekanan psikologis, serta perubahan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental narapidana.

Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah krusial untuk mendeteksi dini potensi penyakit, terutama penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Tenaga medis di lapas juga diharapkan memberikan edukasi kepada warga binaan mengenai pola hidup sehat, termasuk pentingnya menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta mengelola stres.

Hipertensi dan Risiko Kesehatan

Tekanan darah 180 mmHg termasuk dalam kategori hipertensi berat yang berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga gangguan fungsi ginjal.

Secara umum, tekanan darah normal berada di kisaran 120/80 mmHg. Ketika tekanan darah mencapai angka 180, maka pembuluh darah dan organ vital mengalami tekanan yang signifikan.

Kesimpulan

Kondisi kesehatan Ferdy Sambo di Lapas Cibinong menjadi perhatian publik setelah tekanan darahnya tercatat mencapai 180 mmHg. Meski parameter kesehatan lainnya masih dalam batas normal, tekanan darah tinggi tersebut menunjukkan adanya potensi gangguan kesehatan yang perlu ditangani secara serius.

Faktor stres, kelelahan, serta kurangnya waktu istirahat diduga menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Namun demikian, pihak lapas memastikan bahwa pemantauan dan penanganan kesehatan terhadap warga binaan terus dilakukan secara rutin.

Kasus ini juga menjadi refleksi bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan aspek penting yang harus diperhatikan, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Posting Komentar untuk "Tensi Ferdy Sambo Tembus 180 mmHg di Lapas Cibinong, Diduga Dipicu Stres dan Kurang Istirahat"