Prabowo Subianto Genap Berusia 75 Tahun, Ini Perjalanan Panjang dari Militer hingga Menjadi Presiden RI

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo merupakan salah satu tokoh nasional yang menempuh perjalanan panjang di dunia militer, bisnis, dan politik sebelum akhirnya menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan Indonesia.

Ulang tahun kali ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan hidup Prabowo, mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan militer, kiprah di dunia usaha, hingga perjuangannya dalam kontestasi politik nasional. Setelah beberapa kali mengikuti pemilihan presiden, Prabowo akhirnya terpilih sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden 2024.

Prabowo dilantik bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024 untuk menjalankan pemerintahan periode 2024–2029. Peringatan ulang tahunnya yang ke-75 berlangsung hanya beberapa hari sebelum pemerintahan tersebut memasuki tahun kedua masa jabatan.

Prabowo Subianto Genap Berusia 75 Tahun, Ini Perjalanan Panjang dari Militer hingga Menjadi Presiden RI

Lahir dari Keluarga Berpengaruh

Prabowo Subianto lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Ia merupakan putra ekonom dan tokoh politik Soemitro Djojohadikusumo serta Dora Marie Sigar. Dari lingkungan keluarganya, Prabowo tumbuh dengan latar belakang yang dekat dengan dunia pendidikan, ekonomi, dan kehidupan politik Indonesia.

Soemitro dikenal sebagai salah satu ekonom terkemuka Indonesia yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting dalam pemerintahan. Pemikiran dan kiprahnya di bidang ekonomi turut mewarnai perjalanan sejarah pembangunan Indonesia pada masa awal kemerdekaan hingga periode berikutnya.

Keluarga Djojohadikusumo juga memiliki sejarah panjang dalam kehidupan sosial dan politik nasional. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan awal Prabowo sebelum memasuki dunia militer dan membangun kariernya sendiri.

Meskipun berasal dari keluarga yang memiliki posisi penting dalam masyarakat, perjalanan Prabowo menuju kursi kepresidenan tidak berlangsung singkat. Ia melewati berbagai fase kehidupan, termasuk pengabdian di militer, aktivitas bisnis, pembentukan partai politik, serta beberapa kali pencalonan dalam pemilihan presiden.

Memilih Jalur Militer

Salah satu fase penting dalam kehidupan Prabowo adalah ketika ia memutuskan menempuh pendidikan militer. Prabowo masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau AKABRI di Magelang, Jawa Tengah, dan menyelesaikan pendidikannya pada 1974.

Setelah lulus, ia memulai pengabdian sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Kariernya kemudian berkembang di lingkungan pasukan khusus yang pada masa itu dikenal sebagai Komando Pasukan Sandi Yudha atau Kopassandha, cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Selama bertugas, Prabowo menjalani berbagai penugasan dan menempati sejumlah posisi strategis. Pengalamannya di lingkungan pasukan khusus menjadi bagian penting dari perjalanan karier militernya.

Pada 1996, Prabowo dipercaya menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus. Jabatan tersebut menempatkannya dalam salah satu posisi penting di struktur TNI Angkatan Darat.

Dua tahun kemudian, pada 1998, Prabowo menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Penunjukan itu berlangsung pada periode yang penuh gejolak dalam sejarah politik Indonesia.

Namun, perubahan politik pada 1998 turut memengaruhi perjalanan karier militernya. Setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998, Prabowo diberhentikan dari jabatannya di Kostrad. Ia kemudian mengakhiri karier militernya setelah melalui proses yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin militer.

Periode tersebut menjadi salah satu bagian paling kontroversial dalam perjalanan hidup Prabowo. Sejumlah persoalan terkait masa tugasnya pada akhir pemerintahan Orde Baru terus menjadi bahan pembahasan dalam kehidupan politik Indonesia.

Beralih ke Dunia Usaha

Setelah meninggalkan dunia militer, Prabowo menjalani fase baru sebagai pengusaha. Ia terlibat dalam sejumlah kegiatan bisnis dan mengembangkan jaringan usaha di berbagai sektor.

Dunia usaha menjadi salah satu jalur yang ditempuh Prabowo untuk melanjutkan aktivitasnya di luar institusi militer. Pengalaman tersebut kemudian berjalan berdampingan dengan ketertarikannya terhadap perkembangan politik nasional.

Prabowo berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang ekonomi kuat. Saudaranya, Hashim Djojohadikusumo, juga dikenal sebagai pengusaha. Meski demikian, kiprah bisnis Prabowo berkembang dalam konteks perjalanan pribadinya setelah meninggalkan karier militer.

Peralihan dari militer ke dunia usaha menjadi fase penting sebelum Prabowo kembali membangun pengaruh di arena politik. Dalam periode tersebut, ia mulai memperkuat jaringan dan menyiapkan langkah untuk terlibat lebih jauh dalam proses politik Indonesia.

Mendirikan Partai Gerindra

Keterlibatan Prabowo dalam politik semakin menonjol ketika ia menjadi salah satu tokoh utama pendirian Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra pada 2008.

Pembentukan partai tersebut menjadi langkah penting dalam upayanya membangun kendaraan politik sendiri. Gerindra kemudian berkembang menjadi salah satu partai politik yang berpengaruh dalam pemilihan umum di Indonesia.

Melalui Gerindra, Prabowo membawa gagasan mengenai nasionalisme, kemandirian bangsa, penguatan ekonomi nasional, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari agenda politiknya.

Sebagai ketua umum dan figur utama partai, Prabowo membangun dukungan melalui pemilihan umum serta berbagai kegiatan politik. Perjalanan tersebut tidak selalu menghasilkan kemenangan, tetapi memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh yang diperhitungkan dalam persaingan menuju kursi presiden.

Pada 2009, Prabowo mengikuti Pemilihan Presiden sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan tersebut belum berhasil memenangkan pemilihan.

Lima tahun kemudian, Prabowo maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 dengan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden. Dalam kontestasi tersebut, pasangan Prabowo-Hatta kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Prabowo kembali mengikuti Pilpres 2019 dengan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Namun, hasil pemilihan kembali menempatkannya di luar kursi kepresidenan setelah pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai pemenang.

Rangkaian kekalahan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan politik Prabowo. Ia tetap mempertahankan posisinya dalam politik nasional dan terus membangun dukungan melalui partai serta koalisi politik.

Dari Menteri Pertahanan hingga Presiden

Setelah persaingan politik pada Pilpres 2019, Prabowo mengambil langkah yang mengubah arah hubungannya dengan pemerintahan. Ia bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2019–2024.

Penunjukan tersebut menempatkan Prabowo dalam pemerintahan setelah sebelumnya menjadi rival utama Jokowi dalam dua pemilihan presiden berturut-turut.

Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo terlibat dalam kebijakan pertahanan negara, pengembangan alat utama sistem persenjataan, kerja sama pertahanan internasional, serta upaya memperkuat kapasitas TNI.

Jabatan tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman pemerintahannya sebelum kembali maju dalam pemilihan presiden.

Pada Pilpres 2024, Prabowo maju sebagai calon presiden dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Pasangan tersebut memenangkan pemilihan dan kemudian ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

Kemenangan itu mengakhiri perjalanan panjang Prabowo dalam beberapa kali kontestasi menuju kursi kepresidenan. Pada 20 Oktober 2024, Prabowo dan Gibran resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 2024–2029.

Sejak saat itu, Prabowo memimpin pemerintahan dengan agenda yang mencakup pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, penguatan pertahanan, serta berbagai program prioritas nasional.

Memasuki Usia 75 Tahun di Tengah Tanggung Jawab Pemerintahan

Bertambahnya usia menjadi momen yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Prabowo sebagai kepala negara. Pada usia 75 tahun, ia berada dalam fase penting kepemimpinannya, ketika berbagai kebijakan pemerintah membutuhkan pelaksanaan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Sebagai presiden, Prabowo menghadapi tantangan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengendalian harga kebutuhan pokok, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Pemerintah juga dituntut memastikan bahwa program-program yang telah ditetapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelaksanaan kebijakan, efektivitas anggaran, dan kualitas pelayanan publik menjadi sejumlah aspek yang akan memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

Di bidang ekonomi, tantangan pemerintah antara lain berkaitan dengan upaya menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan produktivitas nasional. Sementara itu, ketahanan pangan dan energi tetap menjadi isu strategis yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan dukungan berbagai pihak.

Dalam bidang hubungan internasional, Indonesia juga perlu menjaga hubungan dengan negara-negara mitra sekaligus mempertahankan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa ulang tahun seorang presiden bukan hanya berkaitan dengan pertambahan usia, melainkan juga dapat menjadi kesempatan untuk melihat tanggung jawab yang sedang diembannya.

Harapan Masyarakat terhadap Pemerintahan

Di tengah perjalanan pemerintahan, masyarakat memiliki beragam harapan terhadap kepemimpinan Prabowo. Sebagian masyarakat menaruh perhatian pada realisasi program pemerintah, sedangkan sebagian lainnya menyoroti efektivitas kebijakan, kondisi ekonomi, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Harapan tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Dalam sistem pemerintahan yang demokratis, kebijakan publik perlu dijalankan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, keterbukaan informasi, dan mekanisme pertanggungjawaban.

Program pemerintah pada akhirnya akan dinilai melalui hasil yang dapat dirasakan secara langsung. Peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan yang lebih baik, kesempatan kerja yang memadai, dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau merupakan beberapa indikator yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selain itu, upaya menjaga integritas pemerintahan, memperkuat penegakan hukum, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Bagi pemerintahan Prabowo, konsistensi pelaksanaan program dan kemampuan menjawab persoalan masyarakat akan menjadi faktor penting selama masa jabatan berlangsung.

Perjalanan Panjang yang Menjadi Bagian Sejarah Politik Indonesia

Kisah perjalanan Prabowo Subianto memperlihatkan perubahan peran dari seorang perwira militer menjadi pengusaha, kemudian tokoh partai politik, menteri, hingga presiden.

Perjalanan itu berlangsung selama puluhan tahun dan melewati berbagai perubahan politik di Indonesia. Ia mengalami masa ketika karier militernya berada di puncak, menghadapi periode sulit pada akhir Orde Baru, membangun kiprah di dunia usaha, serta berulang kali berkompetisi dalam pemilihan presiden.

Kemenangan pada Pilpres 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Namun, jabatan presiden juga membawa tanggung jawab besar untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai konstitusi dan kebijakan publik dilaksanakan demi kepentingan masyarakat.

Pada usia 75 tahun, Prabowo memasuki babak kehidupan yang ditandai oleh tanggung jawab sebagai pemimpin negara. Perjalanan politiknya akan terus menjadi bagian dari pembahasan sejarah Indonesia, sementara hasil kebijakan selama masa pemerintahannya akan menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai kepemimpinannya.

Peringatan ulang tahun pada 17 Oktober 2026 menjadi penanda bertambahnya usia seorang tokoh yang telah melewati berbagai fase dalam kehidupan nasional. Di tengah dinamika politik dan tantangan pembangunan, perhatian publik kini juga tertuju pada bagaimana pemerintahan Prabowo menerjemahkan agenda dan janji politik menjadi hasil yang nyata bagi masyarakat Indonesia.

Posting Komentar untuk "Prabowo Subianto Genap Berusia 75 Tahun, Ini Perjalanan Panjang dari Militer hingga Menjadi Presiden RI"